Lamongan (INewsOne) — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2030 pada Sabtu, 01 Jumadil Akhir 1447 H / 22 November 2025, bertempat di Gedung Sport Center Lamongan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri para tokoh agama, jajaran pengurus, serta ratusan kader NU dari berbagai wilayah.
Acara diawali dengan pra acara oleh Gambus Fairus Lamongan, dilanjutkan Doa Iftitah yang dipimpin KH. Salim Azhar, serta pembacaan Istighotsah dan Tawasul Sanad oleh KH. Abdullah Shiddiq.
Sahrul Munir Tegaskan Tujuh Prioritas Utama PCNU Lamongan
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Dr. KH. Sahrul Munir, M.Pd.I, menegaskan bahwa arah gerak PCNU Lamongan pada periode baru ini akan tetap berpedoman pada tujuh prioritas utama organisasi. Program strategis tersebut meliputi:
Pembangunan NU Center sebagai pusat kegiatan dan koordinasi jam’iyah,
Penguatan Masjid Gus Dur,
Pengembangan berbagai program kemandirian ekonomi melalui LPNU, termasuk One Ranting One Product, yang kini mulai diperkenalkan di sejumlah titik.

“Dari tujuh prioritas yang telah kami sampaikan, semuanya menempatkan pemberdayaan ekonomi umat, penguatan pendidikan, dan penguatan pesantren sebagai program yang harus terus dijalankan,” ujar Syahrul.
Sikap Tenang terhadap Dinamika PBNU
Syahrul juga menyinggung dinamika internal di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa PCNU Lamongan memilih untuk bersikap dewasa, tenang, dan tetap fokus pada tugas struktural.
“Apa yang terjadi di PBNU biarlah menjadi domain PBNU. Kami di cabang memilih untuk diam, tidak bereaksi, dan menunggu arahan selanjutnya. Prinsip kami jelas: manut, selama itu sesuai garis organisasi,” tegasnya.
Ia merujuk pandangan ulama Ibnu Ruslan sebagai pedoman dalam menyikapi situasi tersebut.
“Mengutip apa yang dikatakan Ibnu Ruslan, menurut Islam apa yang terjadi hari ini, lebih baik kami semua diam saja. Kami tidak akan melakukan reaksi apa pun,” sambungnya.
Penguatan Konsolidasi hingga Tingkat Ranting
Dalam periode kepengurusan baru ini, PCNU Lamongan menempatkan konsolidasi kelembagaan sebagai fokus utama. Penguatan jaringan hingga tingkat MWC dan ranting dinilai penting guna menciptakan suasana organisasi yang kondusif dan membangun soliditas kader.
Selaras dengan Peringatan Hari Pohon Sedunia
Momentum pelantikan bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21–22 November. Syahrul menyebut bahwa filosofi organisasi NU selaras dengan makna peringatan tersebut.
“Di mana pun NU hadir, harus mampu memberikan keteduhan, sebagaimana pohon yang menaungi kehidupan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program Sedekah Oksigen yang dicanangkan Bupati Lamongan sebagai bentuk nyata kepedulian lingkungan.
“Kami wujudkan doa dan dukungan melalui tanaman yang memberi manfaat bagi semua,” tambahnya.
Doa dan Harapan Tokoh NU Lamongan
Sejumlah tokoh turut memberikan dukungan atas pelantikan pengurus PCNU Lamongan periode ini.
KH. Syamsul Anam, Katib JATMAN Idaroh Syu’biyyah Lamongan, menyampaikan harapannya:
“Dengan kepengurusan PCNU Lamongan ini, NU semakin eksis, mengingat warga NU mayoritas di Kabupaten Lamongan. Kami berharap program prioritas segera terlaksana. Insyaallah estafet kepemimpinan PCNU Lamongan akan bergerak lebih baik.”
Sementara itu, Gus Haris, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Lamongan, turut mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut.
“Ini adalah era baru perubahan yang lebih progresif. Semoga pergerakan ini tidak hanya isapan jempol, tapi benar-benar menjadi gerakan yang patut mendapat acungan jempol. Kami yakin, insyaallah PCNU Lamongan semakin solid dan semakin baik,” ujarnya.
Soliditas dan Kemandirian sebagai Arah Baru Perjuangan
Mengakhiri seluruh rangkaian acara, PCNU Lamongan menyampaikan harapan agar kepengurusan periode 2025–2030 menjadi momentum penguatan organisasi, peningkatan harmoni internal, serta percepatan program kemandirian ekonomi umat.
Dengan pelantikan ini, PCNU Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dengan dedikasi, membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, dan memperkokoh peran NU sebagai penjaga tradisi, pendidikan, dan kesejahteraan umat.
Reporter : Zuem Athifurrohman
Editor : Tim Redaksi
