Staf Kementerian Pertanian RI Mujiburokhman Kunjungi Lamongan, Berikan Arahan Terkait Bantuan Pertanian
Lamongan (INewsOne) — Staf Kementerian Pertanian RI, Mujiburokhman, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan untuk memberikan arahan serta pendampingan terkait pelaksanaan program bantuan pertanian. Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari para pengurus organisasi tani dan masyarakat pemerhati pertanian setempat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lamongan, Gus Haris, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian. Ia menilai bahwa dukungan terhadap petani semakin menguat, dan menegaskan bahwa Tani Merdeka memiliki peran sebagai corong informasi program-program Presiden Prabowo, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Era Pak Prabowo ini benar-benar petani sejahtera. Karena perhatian terhadap sektor pertanian sangat serius guna meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Gus Haris.
Sementara itu, pemerhati pertanian Lamongan, Bambang, menyoroti pentingnya pengakuan terhadap produk lokal hasil inovasi petani, termasuk pupuk cair organik. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan hukum dan sertifikasi terhadap inovasi tersebut.
“Produk lokal yang muncul dari inovasi petani mohon diakui dan mendapatkan labeling hak paten. Insyaallah era Pak Prabowo petani semakin sejahtera dengan ditunjang pupuk yang murah dan terjangkau,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mujiburokhman meninjau sejumlah titik program bantuan pertanian dan berdialog langsung dengan para petani mengenai kebutuhan serta tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani melalui program berkelanjutan, dengan harapan ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras.
Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mengoptimalkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat Lamongan. Selasa (18/11/25).
Reporter: Zuem Athifurrahman
Editor: Tim Redaksi

