Lamongan (INewsOne), – Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Lamongan yang berlokasi di Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, tepatnya di Jl. Mastrip Gang Made Tegal Sebalong No. 118, kembali terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Meski tidak terjadi setiap tahun, banjir hampir selalu muncul saat intensitas hujan tinggi.


Banjir diduga kuat disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi dan buruknya sistem sanitasi air desa yang telah berlangsung lama. Kondisi tersebut diperparah dengan ditutupnya gardu pintu air di Desa Tanjung yang menghambat aliran air, sehingga menyebabkan luapan air merendam kawasan pondok pesantren dan permukiman warga. Dampak banjir bahkan meluas hingga Desa Kebet.
Selain itu, penyempitan saluran sanitasi desa atau got juga menjadi faktor utama banjir. Hingga kini, persoalan tersebut dinilai belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Saluran air yang dangkal dan sempit membuat air hujan tidak dapat mengalir secara optimal dan mudah meluap ke lingkungan sekitar.

Salah satu guru Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Lamongan, M. Rofiq, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, banjir yang terus berulang menunjukkan lemahnya penanganan sanitasi di wilayah itu.
“Selain saluran yang dangkal, sungai juga dipenuhi sampah yang menumpuk di dam atau gardu air di Desa Tanjung. Ini sangat menghambat aliran air,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir, tidak ada alokasi khusus dari pemerintah daerah Lamongan untuk penanganan sanitasi di lingkungan pondok pesantren, sehingga persoalan banjir tidak pernah terselesaikan secara tuntas.

Keluhan serupa disampaikan oleh Syaikhu, warga Desa Made. Ia mengaku resah karena banjir yang kerap terjadi belum mendapat penanganan nyata. Warga berharap adanya normalisasi saluran air, pembersihan sampah di sungai, serta pembenahan sistem irigasi agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Sementara itu, Bambang, warga setempat, menegaskan bahwa Dam Tanjung saat ini mengalami kerusakan pada bagian pintu air sehingga tidak dapat dibuka. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air ke wilayah Desa Made menjadi tidak lancar dan memicu banjir di sejumlah titik.

Masyarakat bersama pihak pondok pesantren berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera turun tangan secara serius untuk menangani permasalahan ini demi kenyamanan, keselamatan warga, serta kelangsungan aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Lamongan.

Reporter : M. Hendra
Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *