Penyerahan Kombi Oleh bapak Kadis Pertanian

Lamongan (INewsOne) – Upaya modernisasi pertanian di Kabupaten Lamongan kembali mendapat dorongan signifikan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian. Salah satu alat yang menjadi fokus perhatian adalah Combine Harvester, mesin pemanen padi modern yang mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, dan menjawab tantangan minimnya tenaga kerja pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, menyampaikan bahwa bantuan alsintan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat transformasi sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

> “Dengan alsintan modern ini, biaya pertanian dapat ditekan secara signifikan. Pengelolaan menjadi lebih cepat sehingga hasil tani bisa maksimal dan target swasembada pangan nasional semakin dekat,” jelas Mugito.

Ia menegaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui mekanisme resmi, mulai dari pengajuan proposal, verifikasi, hingga seleksi ketat terhadap kelompok tani yang dianggap layak menerima bantuan.

Kepala BPP Kecamatan Sugio, Sumadi, memberikan apresiasi terhadap kehadiran Combine Harvester yang dinilai mampu memberikan perubahan nyata di lapangan. Menurutnya, ada tiga manfaat utama dari penggunaan teknologi panen modern ini:

1. Meningkatkan Efisiensi Panen
Proses panen menjadi lebih cepat dan hasil lebih presisi dibanding panen manual.

2. Mengurangi Biaya dan Tenaga Kerja
Mesin dapat menggantikan pekerjaan banyak tenaga manual, sehingga biaya operasional lebih rendah.

3. Mendorong Swasembada Pangan
Percepatan panen memungkinkan peningkatan produksi secara signifikan.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah kepada petani bersifat gratis tanpa pungutan apa pun. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya dugaan pemerasan oleh oknum yang mengaku pejabat dan meminta uang kepada kelompok tani.

> “Pelakunya sudah kami pecat dan langsung diserahkan ke penegak hukum. Semua bantuan pemerintah itu gratis, tidak boleh ada pungutan satu rupiah pun. Jika masih ada yang meminta jatah, segera laporkan—identitas pelapor pasti kami lindungi,” tegas Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertanian kini terus melakukan “bersih-bersih” untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lamongan, Gus Haris, menyatakan komitmennya dalam mengawal penyaluran alsintan agar tepat sasaran dan terbebas dari intervensi kepentingan tertentu.

> “Program pemerintah pusat harus ditindaklanjuti dengan baik tanpa hambatan. Kami mengawal agar petani menerima haknya secara utuh,” ujarnya.

Riston Zuliadi, Ketua Kelompok Tani Sidorukun dari Dusun Sidowayah, Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, salah satu penerima bantuan Combine Harvester, menyampaikan rasa terima kasihnya.

> “Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Prabowo atas perhatian dan dukungan kepada petani kecil melalui bantuan alat panen modern ini. Bantuan ini sangat membantu kami meningkatkan hasil dan efisiensi panen. Semoga perhatian terhadap kesejahteraan petani terus berkelanjutan,” ungkap Riston.


Dengan hadirnya teknologi panen modern seperti Combine Harvester, petani-petani di Kabupaten Lamongan kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Program bantuan alsintan ini diharapkan terus berjalan transparan dan bebas pungutan liar agar manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh para petani. (Rabu, 10/12/25)

Reporter: Zuem Athifurrahman
Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *