Lamongan (INewsOne) — Lembaga Pendidikan Islam Thoriqul Ulum Lamongan kembali meneguhkan eksistensinya sebagai salah satu dari 5 besar lembaga pendidikan unggulan di Lamongan Kota. Berlokasi di Jl. Mastrip Gang Made Tegal Sebalong No. 118, Desa Made, Lamongan, lembaga ini menunjukkan perkembangan pesat baik dalam peningkatan kualitas pendidikan maupun pembangunan sarana prasarana dalam tiga tahun terakhir.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Gus Abdullah Haris Al-Ihsani, Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Ulum Lamongan. Selain aktif di JATMAN Syu’biyyah Lamongan, beliau juga menjabat sebagai Pengurus Wustho – Wakil Koordinator Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Thoriqoh An-Nadliyah (GEMMATAN) Jawa Timur, serta Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lamongan. Kiprahnya yang luas di berbagai organisasi turut mendorong inovasi dalam pengembangan program-program pendidikan kekinian.

Program pendidikan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Santri dari Masyarakat, Kembali untuk Mengabdi kepada Masyarakat.”

Ketua Pondok Pesantren, M. Rofiq, menjelaskan bahwa pendidikan formal di Thoriqul Ulum Lamongan diselaraskan dengan program pesantren (Program Dakwah wa Ta’lim), sehingga santri dipersiapkan untuk siap mengabdi kepada masyarakat setelah lulus. Pesantren menetapkan empat program reguler, yaitu:

  1. Bahasa Inggris
  2. Bahasa Arab
  3. Kemampuan membaca Kitab Kuning
  4. Fasih membaca Al-Qur’an

Serta tiga program khusus:

  1. Hafalan Al-Qur’an
  2. Dakwah
  3. Ta’lim

Salah satu ustaz, Falah Zaenul Abidin, menargetkan bahwa program ini akan mencapai hasil maksimal dalam tiga tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa penguatan materi pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan sarana prasarana bagi santri.

“Ibarat wajah seseorang, sarana prasarana pesantren ini harus cakep, dan program juga harus cakep,” ujarnya. Dengan mengusung motto KAMIL (Khidmah, Amal Sholih, Ilmu), pesantren menegaskan bahwa santri bukan hanya dituntut berilmu, tetapi juga mampu mengabdi dan beramal salih secara kaffah.

Sementara itu, apresiasi positif datang dari masyarakat sekitar. Sutomo, salah satu warga, menyampaikan bahwa perkembangan Thoriqul Ulum Lamongan terasa sangat pesat baik dari sisi infrastruktur maupun program pendidikan. Ia melihat langsung bagaimana lulusan pesantren dapat berbaur dengan baik bersama warga, termasuk aktif dalam kegiatan sosial keagamaan seperti tahlilan.

“Dua anak saya saya percayakan sekolah di Thoriqul Ulum Lamongan. Mereka mampu mengikuti lomba tahfidz Al-Qur’an dan juga fasih berbahasa Inggris,” ungkapnya.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Thoriqul Ulum Lamongan kini semakin mantap menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Kamis, (20/11/25)
Reporter: Zuem Athifurrahman
Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *