Lamongan (INewsOne) – Komunitas Ginyo Lamongan kembali menggelar Diklat Gabungan Teater Pelajar Lamongan (TPL) VI yang berlangsung pada Selasa–Jumat, 23–26 Desember 2025, bertempat di Wisata Edukasi Gondang Outbond (WEGO) Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari enam komunitas teater pelajar di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan Diklat Gabungan TPL VI resmi dimulai pada Selasa, 23 Desember 2025. Rangkaian awal diawali dengan registrasi peserta, pendirian tenda, serta kontrak forum antara panitia dan peserta. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan sekaligus penyampaian materi pertama.
Enam komunitas teater pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Teater Cagak Limo (SMK Thoriqul Ulum Lamongan), Teater Dua (SMKN 2 Lamongan), Teater Nawasena (SMK NU 1 Kedungpring), Teater Krétas (SMK NU 1 Karanggeneng), Teater Mentari (MA Maslakul Huda Paciran), serta Teater Zabarjad (MA Matholiul Anwar Simo).







Ketua Panitia, Sukirno, yang akrab disapa Pak Keng, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan diklat semacam ini sangat penting bagi pengembangan diri pelajar, khususnya yang menekuni seni teater. Menurutnya, diklat mampu memperkuat karakter dan mental peserta, sekaligus mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan dalam seni pertunjukan yang menarik dan mendidik.
Sementara itu, Ketua Komunitas Ginyo Lamongan, Luqman Thohex, menyampaikan bahwa Diklat Gabungan TPL merupakan bentuk komitmen Teater Pelajar Lamongan yang telah digagas sejak tahun 2020 dan diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Tahun 2025 ini menjadi pelaksanaan yang ke-6. Ia berharap, teater pelajar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang memberikan nilai edukatif bagi masyarakat.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dasar dan materi inti teater. Materi sejarah dan perkembangan Teater Pelajar disampaikan oleh Luqman Al-Mishr, dilanjutkan dengan Olah Tubuh, Olah Rasa, dan Olah Vokal oleh fasilitator pendamping. Selain itu, peserta juga memperoleh materi Make Up Pertunjukan Teater yang dibawakan oleh Evi Lupita. Adapun materi inti meliputi Penaskahan, Penyutradaraan, dan Keaktoran yang disampaikan oleh para pemateri inti, yaitu Mas Bro Dayat (Madura), Yosin Mulyan Astuto (Malang), Deny Tri Aryanti (Surabaya), dan Bambang Budiono (Tuban).
Salah satu guru pendamping dari SMK Thoriqul Ulum Lamongan, M. Alfin, menyampaikan bahwa Diklat Gabungan ini menjadi ajang silaturahim antar komunitas teater pelajar di Lamongan. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam pembentukan karakter siswa serta mengasah keterampilan non-akademik, khususnya dalam menghadapi ajang Festival Teater Pelajar di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Peserta dari Teater Cagak Limo SMK Thoriqul Ulum Lamongan Akbar, mengaku sangat senang dan antusias mengikuti seluruh rangkaian diklat. “Meskipun cuaca sering hujan saat kegiatan, tapi tetap seru dan berkesan,” ujarnya.
Pada malam penutupan, peserta menampilkan pentas hasil karya dari empat kelompok yang telah dipersiapkan bersama para pemateri dan fasilitator selama tiga hari. Penampilan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta. Para fasilitator juga turut menyuguhkan penampilan hiburan yang lucu dan menggembirakan.
Di hari terakhir, ba’da subuh, seluruh peserta mengikuti sesi meditasi dan pendalaman karakter, kemudian dilanjutkan dengan pembaiatan peserta dari masing-masing komunitas sebagai tanda pengesahan anggota baru.
Melalui kegiatan Diklat Gabungan Teater Pelajar Lamongan VI ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di komunitas masing-masing, semakin percaya diri dalam mengeksplorasi kreativitas seni peran, serta membangun sinergi antarindividu dan kelompok. Dengan demikian, ekosistem seni teater pelajar di Lamongan dapat terus tumbuh, hidup, dan saling terhubung.
Reporter : Zuem Athifurahman
Editor : Tim Redaksi
